Pagi ini seperti biasa aku jalan dari stasiun Pocin (Pondok CIna) ke kampus. Dan kebiasaan lagi nih, kalau jalan mataku nggak pernah lihat ke depan tapi keluyuran kanan-kiri atau ke bawah. (ceritanya lihat-lihat pemandangan yang jarang diperhatiin orang sekalian cari-cari ide buat komik. Seru lho!) Tapi pagi ini aku menemukan sesuatu yang sangat SANGAT tidak biasa.
Waktu itu sekitar jam 07.30, pas di turunan jalur sepeda yang dilewatin kalau jalan dari balairung ke perpus pusat. Ada sesuatu yang hitam kelam tergeletak di tanah. Awalnya kukira daun, tapi kok geliat-geliat, ya? Setelah dilihat baik-baik ternyata itu…
IKAN SAPU-SAPU.
Aku nggak tahu udah berapa lama itu ikan disana (coz' dia udah berlumuran lumpur) tapi aku langsung refleks ngambil tu ikan dan kulempar ke danau samping perpusat. Sempet kutungguin kalau-kalau ternyata ngapung lagi (alias ternyata udah mati) tapi ternyata nggak.
Waktu aku udah menghela napas lega, ketika berbalik dan melihat ke tanah…
ADA SEKUMPULAN IKAN SAPU-SAPU TERGELETAK DI RUMPUT.
Aku nggak tahu lagi berapa banyak. Beberapa besar, beberapa kecil; beberapa masih geliat-geliat, beberapa udah tinggal setengah badan dan dikerubungin semut. (rasanya kaya' di nemuin padang pembantaian di film horror, tapi mayatnya ikan sapu-sapu) Walau rada panik dan lihat kanan-kiri, aku mulai lemparin semua ikan sapu-sapu yang masih hidup ke danau dan sekali lagi kupelototin permukaan danau kalau-kalau ada yang ngapung. Kulihat ada satu.
Tapi tahu apa? Ikan itu cuma muncul ke permukaan sebentar, seakan bilang terima kasih ke aku, lalu menyelam lagi ke danau. Aku cuma senyum dan ngangguk ke ikan itu (mungkin orang yang lewat ngira aku udah rada sinting kali, ya?) terus lanjut jalan ke perpusat buat nunggu kelas.
Kejadian pagi ini rasanya aneh banget. Tapi jelas tanganku masih bau amis ikan dan kotor kena lumpur, jadi kelihatannya bukan mimpi. Yang bikin aku bingung adalah…
Ikan-ikan itu datang dari mana?
Kenapa mereka bergelatakan penuh lumpur di tanah?
dan yang lebih bikin kaget, dan sedih, lagi…
Kenapa nggak ada orang yang sadar mereka disana?
Kalau ada orang yang sadar, kenapa mereka cuekin?
Aku yakin paling nggak satu dua orang pasti sadar, karena salah satu ikan besarnya dua kali telapak tanganku. (sedihnya, ikan yang paling besar itu sudah mati waktu aku temuin)
Aku berharap kejadian pagi ini bisa jadi pelajaran, bukan cuma untuk aku, tapi juga semua yang membaca ini. Bahwa kelalaian dan ketidak pedulian kamu bisa menyebabkan kematian. Bahwa terkadang, ketika kamu melihat seseorang yang kesulitan, mungkin cuma kamu yang bisa membantu dia.
Kadang mungkin kamu berpikir ...
"Ah, itu bukan urusanku. Kenal juga nggak."
atau...
"Paling nanti ada orang lain yang nolongin."
Lalu kamu pura-pura tidak lihat dan pergi begitu saja. Namun ketika semua orang berpikir begitu, akhirnya tidak akan ada orang yang menolong.
Karena ada beberapa orang yang kesulitan, tapi tidak mampu lagi berteriak minta tolong. Atau dia sudah berusaha meminta tolong, tapi orang-orang tidak mengerti atau malah acuh tak acuh. (sama seperti ikan sapu-sapu yang kita nggak ngerti bahasanya, tapi kita tahu kalau dibiarin megap-megap di tanah dia bakal mati)